unexpected things

Terjadi sudah semua kejadian kemarin malam. Aku tak terlibat di dalamnya, tetapi begitu hebatnya kami terkait. Hati ini turut kacau dan pikiranku terus memacu tanpa tahu apa dan ke mana. Pijakku samar. Tak boleh tampak, walaupun ingin sekali membenarkan segala yang kusut. Tetapi, lagi-lagi, aku berada di luar keterlibatan itu. Kak, berat pula pendengaran, penglihatan, dan perasaan ini. Sungguh! Ini semua harus kulipat baik-baik, serapi mungkin, tanpa terlirik oleh yang lain. Aku baik-baik saja. Itu saja yang perlu diketahuinya.

Siapa tahu ini semua bisa dibagi dalam diam yang ditemani seseduh teh panas. Hangatnya mungkin bisa meluruhkan kebekuan jauh di dalam sini yang tak bisa tersentuh lagi. Aku hanya mau bersemayam sejenak. Mencari keamanan dan kenyamanan yang sudah dibingungkan untuk ditemukan di mana. Semua sudah berlarian. Sebelah bahu mungkin bisa mengistirahatkan sebentar untuk bersender. Ya, kali ini aku tidak akan malu untuk meletakkan kepalaku dan mendekatkan sebelah tubuhku. Tetapi, mohon jangan coba peluk aku. Aku masih ingin menahan uraian air dari mata yang telah tertahan-tahan.

Aku enggan meminta waktu karena nanti pun tidak akan berguna bagi mereka. Ini hanya untuk kebutuhanku saja. Mungkin, kuseduh saja teh itu sendiri dan diam sendiri pun siapa tahu lebih berguna.

Komentar

Posting Komentar