Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2009

kelam

Ada yang salah. Ya, aku yakin ini ada yang kurang benar, walaupun seolah-olah semua begitu tepat. Rasanya, biar kuhukum diri ini sendiri. Menampar wajah sendiri untuk sadar tentang segala yang ada dan berlalu. Apa semua terlalu sibuk dengan tiap hidupnya? Hingga terlalu lupa, bahkan enggan, untuk menoleh. Atau, tidak menutup kemungkinan, aku saja yang atas dasar dan keinginanku kurang mengawasi sebelah dan seberang. Kembali saja ke kelam. Nikmat kesendirian yang memudar biar didera lagi. Tak perlulah untuk menuntut kebahagiaan dengan tolak ukur diri ini. Mereka hanya menilai dari kacamata mereka sendiri yang bila dilepas akan samar penglihatannya. Pada saatnya nanti, tak lama lagi, akan kuhabiskan kata dan diam dengan orang yang lama tak hadir. Mengharapkan segala penilaian lebih netral dan berlaku seadanya saja. Ah, ini apa di mana? Kapan ke mana? Dalam temaramnya, kucari tiap cerah melalui gelap. Sekian.

bangku lelah

Jangan tergesa-gesa. Tak ada satuan waktu tang menunggu dan mengejar. Lakukan sygala pahammu, walaupun dengan segala keraguan dan ketakutan yang menghantui optimismemu. Kau pun akan menjadi seorang manusia yang diakui. Bawa pulag segala suntuk dan lelah yang diakibatkannya. Jangan didera, mari diajak duduk dan dicerai-berai menjadi satuan yang paling lusuh. Segala itu pun pasti tersingkir. Kalah perang dengan segala paham aku dan kamu. Jika masih tersisa, berikan padaku. Biar kudekap erat dan kupangku dengan manja. Kemudian, aku dan kamu bersender dalam rangkulan bangku tua di beranda. Menjelma paham yang bisa memaklumi dengan sadar hingga tertidur pulas. Paginya, badan aku dan kamu akan sakit benar gegara ulah bangku itu. Namun, segala jiwa dan hati siap bertengkar dengan dunia untuk kemudian pulang dan mengulang kisah yang sama.