Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Gagal Cerai

“Aku gagal cerai.” “Lagi?” “Lagi!” Ini sudah ketiga kalinya ia ingin menceraikan suaminya. Dan, gagal. Kejadian ketiga ini terjadi dua hari lalu. Gara-garanya suaminya menolak ajakan buka puasa bersama keluarganya. Keluarga perempuan—yang berambut bondol dan sering dijumpai mengenakan rok lebar selutut—merencanakan tradisi buka puasa bersama di restoran-makan-sedikit-atau-banyak-bayar-sama-mahal. Pengunjung harus datang ke rak penuh daging. Mereka perlu memilih beberapa tampan daging pilihan untuk dibakar sendiri di mejanya. Menu lainnya terbatas: kentang, nasi, dan lalapan—kata orang Sunda. Restoran favorit keluarga Si Istri. “Bisa makan daging impor secara berlebihan dengan bayaran setimpal.” Begitulah alasan yang selalu dielu-elukan. “Ini ‘kan cuma setahun sekali. Kapan lagi kita bisa kumpul bareng keluargaku?” “Minggu depan pas lebaran.” “Kamu bukan cuma menikah sama aku, tapi juga sama keluarga aku. Kamu harus jadiin ini prioritas kamu juga, dong. Kala

Argumentasi Aborsi: Senjata Makan Puan?

Gambar
Senjata adalah teman karib. Ia tidak mendadak akrab, hanya dimulai dari chemistry . Kadang, tanpa pengalaman yang sama. Ia perlu diasah terus-menerus. Bukan uji coba, melainkan demi semakin paham celah-celahnya. Bisa dijadikan andalan. Dan, siap dihubungi kala canda, juga kala genting. Kadang, siap dipertanyakan, tapi mencari tahu lagi dan lagi menjadi cara untuk paham. Salah satu teman karibnya adalah pengalaman perempuan. Ke mana pun perginya, teman karibnya selalu diajak. Kadang dibiarkan untuk memperkenalkan diri sendiri, kadang dikenalkan dengan lantang. Seringnya, namanya tidak disebut alih-alih privasi. Salah satu senjatanya adalah argumentasi. Hukum di Indonesia seakan-akan membolehkan aborsi. Padahal, aksesnya begitu susah. Untuk kasus perkosaan, mereka harus pakai surat dari polisi, dokter. Tidak lupa menyebutkan, polisi atau dokter akan mempertanyakan kejadiannya yang rentan seksis. Dan, mereka cuma dikasih waktu 40 hari. Padahal, butuh waktu unt