ketidaknyamanan dalam kenyamanan

Cita-cita saya hanya satu, yaitu berguna. Berguna bagi orang lain dan berharap bisa menyumbang sesuatu untuk nusa dan bangsa. Beberapa teman saya bilang kalau mimpi saya itu terlalu muluk dan klise. Ada juga teman saya mencemooh saya. Kemudian, satu malam, ada yang bilang kalau saya harus menjadi besar untuk melakukan perubahan. Malam itu, kami berdebat kencang untuk mempertahankan pendapat kami masing-masing. Saya merasa bisa melakukan perubahan meskipun kecil dan dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, perubahan hanya bisa dilakukan oleh orang besar.

Cita-cita saya itu membawa saya duduk di sini sekarang. Tempat ini memegang rekor bagi saya, tempat terlama yang saya diami untuk bekerja dan berkarya. Ada beberapa alasan yang saya sadari. Pertama, tempat ini sejalan dengan apa yang saya cita-citakan. Memang, saya jauh sekali dari isu yang diusung tempat ini, bahkan kadang merasa tak sanggup lagi untuk mengejarnya. Akhirnya, terasa tak berguna dan terlantar.

Kedua, tempat ini menawarkan banyak hal yang baru dan patut untuk dipelajari. Saya belajar berorganisasi, belajar peduli tentang negara, dan belajar menghargai dan menambah pengetahuan dengan cara yang berbeda-beda. Saya juga belajar mengenal orang . Saya kerasan di sini.

Hari ini, saya baca lagi tulisan di blog ini beberapa tahun lalu. Saya begitu berharap untuk menjadi seorang peneliti meskipun banyak orang tidak menghargainya. Di tempat ini, banyak sekali peneliti, tapi saya bukan salah satunya. Saya tetap merasa senang karena bisa melihat kehidupan peneliti lebih dekat seperti yang dulu pernah saya impikan. Sayangnya, isu gender dan bahasa bukan perhatian utama di sini. Namun, saya melihat usaha keras beberapa orang di sini untuk menarik saya masuk ke dunia bahasa dan gender. Saya sangat menghargai mereka.

Saya mau keluar dari tempat ini karena saya tidak bisa melakukan hal-hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab saya. Saya senang bekerja di sini, tapi tidak senang melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab saya. Saya suka melakukan hal lain yang sebenarnya saya hanya dimintai tolong. Saya merasa tidak nyaman pada saat saya merasa nyaman di rempat ini.

Mungkin, saya akan menyelesaikan modul pengajaran bahasa Indonesia saya yang sudah berdebu secara digital. Saya juga akan mengisi hari-hari saya untuk mengajar bahasa Indonesia. Saya mungkin bisa melakukan penelitian bahasa dan gender. Saya bisa bantu profesor saya di universitas. Saya bisa serius berbisnis pengajaran bahasa Indonesia. Saya bisa bekerja sebagai editor bahasa paruh waktu. Saya bisa baca dan nonton setiap hari. Saya pasti tidak pasti. Saya mau keluar.

Komentar