Perayu

Sore-sore, matahari selalu dirayu malam
Pipinya kadang merona
Menambah pesona

Kalau siap dibawa pulang,
ia suka pamit
memudar pelan-pelan
Kalau sudah kepepet,
langit mendadak gelap

Bercumbu semalaman
Terang pun kelupaan
Jika saatnya bergumul
Sinar-sinar kecil ditinggalkan
Bintang, katanya

Percintaan serupa kegelapan
Mencekam sembari sulam kenangan

Bahkan, saat malam sudah bosan
Ia menanggalkan matahari sendirian
Dan, semacam lupa kekecewaan
Matahari mengendap perlahan

Goethe, 2 Maret 2014
(Puri Imperium, 4 Maret 2014)

Komentar