56 Maklum

ada tiga kejadian
untuk menumbuhkan maklum:
mabuk kepayang;
sedih mendalam;
sakit melunglai

mabuk seolah memberi tahu
tidak kenal diri sendiri
melalui takaran

sedih pun menunjukkan
belum sanggup menertawakan
getir kehidupan

nah, sakit itu
lemah yang paling manusiawi
maklum lebih mudah datang
tanpa prasangka meremehkan

makanya, kucari sakit
tidur sebentar, kegiatan menggiat
bahkan, terkesan mencari-cari
gerimis memanggil untuk menari
makan pun menyedikit hingga berhemat

aku harus menemukan sakit
biar bisa jadi satu-satunya alasan
untuk berbaring di pangkuannya
dengan penuh maklum

ah, dia pun pasti nanti berbangga
menjadi manusia yang lebih sehat
toh, kita hanya ingin dianggap lebih

sepagian ini
suhuku meningkat
batuk dan ingus berlomba pameran

dan, baru kali ini
kusambut semua dengan senyum
saatnya tiba

kucari dia tanpa ragu
bayanganku sudah ada di pangkuannya
aduhai
nikmat nanti tak terdustakan

pesan terkirim
jawabannya singkat
"sedang jalan bersama kekasih"
buyar!

singkat pun menjadi lebih lama
untuk sakit yang kian mendera

lain kali, aku 'kan pilih mabuk
lebih singkat dan nyaris apsti
bahkan, bisa berkelit tanpa kesadaran

Komentar