(Hampir) Bermalam dengan Ibu

Tadi pagi, saya bertemu Ibu. Tiba-tiba beliau bertanya. Benar, pertanyaan itu sudah kutunggu dari hari-hari sebelumnya. Inilah saatnya. Aku menundukkan wajahku tanpa maksud.

Jawabanku tentu saja menantangnya untuk memberikan pertanyaan lain. Aku tak sanggup untuk menjawab. Tetiba, hatiku penuh. Naik ke atas sampai panas dan berkumpul di daerah mata. Ibu melihat gelagatku dan menghentikan pertanyaannya.

Sebelum berpisah, ia memelukku erat. "Mau aku bermalam denganmu?" Tawarannya begitu tulus. Hampir tak pernah terdengar sepanjang hidup.

"Bicara yang banyak, ya, Nak. Jangan tersesat." Pesannya menutup perjumpaan sebelum menciumku.

Komentar