suatu tempat

Musim kemarau ditinggalkan olehnya. Ia berjalan perlahan mencari air. Ternyata, sesampainya di kota itu, hujan tak henti turun. Bahkan, ia pun terlelah dan segera meminggir. Bertemulah ia dengan orang lainnya di pinggiran itu. Mereka bercerita tiap kisah. Segala tawa pun tak terdengar oleh suara hujan, segala harum tersapu oleh bau hujan yang khas, segala air mata pun terbias oleh rintik hujan.

Dari segala cerita yang dikisahkan, mereka pun tidak selalu satu pendapat. Namun, ada satu kesimpulan yang disepakati, yaitu perubahan yang selalu ada. Dalam setiap satuan waktu, semua terjadi perubahan. Menjadi lebih tahu, melupakan apa yang diketahui, dan menjadi tidak peduli dengan apa yang diketahui. Perubahan regresif dan progresif tetap saja dinamakan perubahan. Mereka sepakat akan perubahan yang selalu dialaminya.

Salah satu dari mereka pun yakin dengan perubahan alasan mengapa ia ada di tempat itu. Ia sadar dengan baik apa-apa saja yang dijadikan alasan menetap, bahkan ketiadaan alasan pun tetap dijadikan alasan yang mengukuhkannya. Dan, pada suatu saat, perubahan itu pun terjadi pada dirinya dan alasannya. Apakan ini tempat tujuan dari perjalanan yang panjang? Telah diarahkan ke tempat ini dan sampai dengan selamat. Atau, ini hanyalah tempat berteduh yang akan ditinggalkan ketika hujan reda dan melanjutkan perjalanan panjang kembali?

Mereka sadar akan segala perubahan yang berkemungkinan terjadi, tetapi mereka tetap membebaskan pilihan semuanya dengan segala argumen dan pikiran yang tanpa dipendam.

Komentar