perbedaan adalah persamaan

Kami ini hanya penikmat. Mencari segala bentuk untuk disesuaikan dengan kain pelapisnya. Perbedaan dielu-elukan merupakan kebohongan besar. Justru persamaan menggiring kami kepada sesuatu yang disebut dengan penerimaan. Penerimaan pun selalu menggandeng pengakuan. Dalam pengakuanlah kami bisa bernikmat. Sementara sibuk berkoar-koar soal menerima perbedaan, pada saat yang sama malah mencari keserupaan. Identik dalam konsep agar merasa didukung. Dukungan pun membutuhkan pengakuan sebelumnya.

Koaran itu seperti saja dua muka yang bisa dibolak-balik. Menentang pemikiran yang sama. Sibuk berdebat tentang sesuatu yang sudah sependapat. Kami ini hanya penikmat. Perdebatan merupakan langkah awal untuk menjadi pemenang, merasa lebih tinggi daripada yang lainnya. Bukan kebenaran yang kami nikmati. Pengakuan untuk menjadi lebih menciptakan suatu rasa yang sama seperti yang mereka alami saat menyeruput kopi di pagi hari. Penikmat kopi juga, bukan?

Komentar