"Kontemplasi" (Editor's Note - edisi 13)

Satu tahun sudah kami bereksistensi. Layaknya perkembangan anak satu tahun, menurut Piaget yang dikutip dari Wikipedia, periode itu begitu penting dalam mengembangkan kemampuan, termasuk menemukan cara baru untuk mencapai tujuan. Selain itu, tahapan awal kreativitas dimulai pula pada usia ini. Jadi, tanpa stagnan, kami pun akan terus berubah untuk turut serta melebihi harapan Anda.

Untuk mencapai tujuan, kita perlu merenung kembali untuk melihat kembali keberhasilan yang telah dilakukan dan juga beberapa hal yang dapat diimprovisasi pada masa depan. Kontemplasi. Berpikir dengan sepenuh perhatian. Itulah yang biasa dilakukan sebelum melangkah maju, meskipun spontanitas kadang juga punya tingkat keseruan tersendiri.

Oleh karena itu, kami berbagi tempat menarik yang digunakan untuk berkontemplasi. Orang-orang di balik layar kami hadir menampakkan dirinya dan berkisah sedikit tentang tempat-tempat itu dalam edisi ini. Tak hanya cerita dari kami, beberapa tempat andalan dari luar negeri untuk perenungan itu juga dijabarkan, seperti Dubai, Italia, Swiss, Amerika, Antartika, dan China.

Kami pun yakin, Indonesia sama sekali tak bisa dipandang sebelah mata untuk dijadikan tempat berkontemplasi. Keluar dari kebiasaan memang kunci utama, itulah yang dikatakan Dewi Lestari (Dee) dalam wawancara kami dalam Profil. Tidak hanya bagi Dee, Ubud pun juga merupakan tempat spesial bagi banyak orang. Kupasan dari pengalaman berbeda turut disajikan dalam Explore Domestik.

Dengan demikian, lengkap sudah sajian kontemplasi kami yang bertepatan dengan kedatangan bulan puasa. Untuk itu, kami ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa.

Bulan puasa pun tak renggang dengan kontemplasi. Kegiatan itu pun semakin menjadi bagian yang meresap saat ini.

Tentu saja, itulah kebahagiaan yang dapat kami bagi dalam perayaan ulang tahun pertama ini. Kebahagiaan pun punya nilai sendiri bagi setiap individu. Yang penting, kita tidak takut untuk membiarkan diri kita bahagia.

Selamat berkontemplasi!

*Saya telah mengubah nama majalah menjadi "kami" untuk nama baik majalah.

Komentar